Cerita di Alunan Gitar

(pendahuluan)

Oke, buat teman yang baca tulisan ini, gua berterimakasih banget, karena kalian mau meluangkan waktu untuk membaca tulisan yang hanya seuntai kalimat demi kalimat. Ini bisa dikatakan tulisan pertama gua yang masih banyak cacat di sana dan sini yang membutuhkan saran dari lu semua. Oke langsung kecerita.

Ini adalah cerita dua anak laki laki dan satu anak perempuan. Untuk dua anak laki laki ini kita namai saja dia Akbar dan Azril. Akbar, nama ini diambil dari temen deket gua yang banyak mengisi otak gua dengan racunnya yang membuat gua banyak berubah, dengan catatan perubahan ini membuat gua lebih baik. Kalo Azril mungkin gak usah diungkit disini. Dan perempuannya mungkin kita namakan dia Rena. Karakteristik dari dua cowo ini hampir sama yaitu humoris dan mudah bergaul, bedanya si Akbar kreativ dan Azril terkesan lebih pemalas. Sedangkan Rena cewek periang yang punya suara indah ini orangnya lembut,pemaaf, cerewet dan terkadang nyebelin(karakter cewek idaman gua). Hmm, perkenalannya udah sampai situ aja ya. Isi cerita tunggu posting berikutnya hhe.

Persahabatan mereka dimulai dari bertemunya Akbar dan Azril di sebuah SMP yang mereka tempati. Dua anak yang gampang bergaul ini pun memulai cerita dari suatu pertemanan.

Suatu ketika Akbar yang anak orang kaya berangkat dengan mobil mewahnya(seperti anak orang kaya lainnya). Di perjalanan ia bertemu Azril yang sedang berangkat sekolah dengan berjalan kaki. Lalu Akbar pun mengajak Azril untuk berangkat bersama “woi bareng yok”. Akbar lalu membuka pintu mobilnya, tanpa pikir panjang Azril langsung menurutinya dalam pikirnya “lumayan tumpangan gratis”.

Di dalam mobil mereka berbincang bincang hingga tak terasa, bahwa mereka sudah sampai di sekolah. Tak lama mereka sampai bel masuk berbunyi, lalu keduanya pun memberi isyarat untuk meneruskan perbincangan istirahat nanti.

Di dalam kelas Azril terus berfikir tentang teman barunya. Ia bertanya tanya mengapa Akbar yang anak orang kaya, Bisa mudah sekali menerimanya, belum terjawab pertanyaan tersebut bel istirahat berbunyi.

Azril keluar kelas dan Akbar ternyata sudah menantinya di depan kelas “heh gimana tadi belajarnya asyik kaga ?” Azril menjawab ” Ah gurunya bikin gua ngantuk, lu sendiri gimana ?”. Sambil berjalan ke kantin Akbar menjawab ” Gurunya gokil, kocak abis dah!”. Tak berhenti disitu perbincangan terus berlanjut, sampainya di meja kantin. Akbar lalu nanya ke Azril “eh laper gak lu, entar gua beliin dah”. Azril dengan senyumnya menjawab “boleh juga tuh, beliin dah tuh nasi goreng!”. Sambil senyum Akbar mengeluarkan uang dari sakunya.

Saat Akbar mulai mengeluarkan uang dari sakunya Bandit sekolah muncul dan berusaha merebut uang tersebut, dengan muka nyolot Azril mencoba membantu “Eh apa tuh maksud dari tangan lu, seolah olah kaya jagoan, nyawa lu cuma atu aja blagu”. Suasana memanas Bandit sekolah yang terdiri dari Eko, Ucil sama Bagas dan diketuai okeh Rendi ini mencoba memisahkan Azril dari Akbar, lalu Eko mulai dengan pukulan ke wajah Azril.

(mau tau cerita selanjutnya, tunggu ya)

Belajar main gitar ah

khatulistiwa:

allaboutindonesia:

Take a leap into the finish line! Lomba Balap Karung is a sack race, another traditional game enjoyed during the National Independence Day. You have to jump in a sack all the way into the finish line. Falling down and laughter guaranteed.

khatulistiwa:

allaboutindonesia:

Take a leap into the finish line! Lomba Balap Karung is a sack race, another traditional game enjoyed during the National Independence Day. You have to jump in a sack all the way into the finish line. Falling down and laughter guaranteed.

Indonesiaku

Kupijakkan langkangku bersamamu

Berjalan bersama melewati langit yang runtuh

Ku lewati semua dengan jeritan rakyat jelata

Sirnakah aku terhadapmu

Indeonesiaku yang dahulu pemalu

Sekarang apakah pantas mereka menyebutmu malu-maluin

Jangan sekarang Indonesiaku

Hentakkanlah nafas merdeka tuk selamanya

indonesie:

fuckyeahglobetrotters:

Pura Ulun Danu Bratan, Bedugul, Bali, Indonesia

indonesie:

fuckyeahglobetrotters:

Pura Ulun Danu Bratan, Bedugul, Bali, Indonesia

Kaca Mata Luka

Dahulu yang gelap, remang ku menatap bulan

Mencoba memeluk bintang namun tak sampai]

Lalu kau datang dan semua berubah

Semua kini jelas di mataku

Kacamata pemberianmu ku peluk bagaikan jiwaku yang ku jaga

Semua semakin jelas hingga ku rasa kau lah belawan jiwa

Namun semuanya hanya sia

Setelah dengan kacamata itu pula ku lihat kau dengannya

Kacamata yang kau beri Hanya sebuah kacamata pembuta hati

Dunia Bayangan

Bagaikan khayalan dalam mimpi

Mimpi yang kau rasuki begitu dalam

Hembusan nafas yang mengalir bagai deru ombak

Tak indah tapi pertimbangkanlah

j-rocks:

Aksi Iman di Parkir Timur Delta 22 Februari 2009 oleh JRS_SBY

j-rocks:

Aksi Iman di Parkir Timur Delta 22 Februari 2009 oleh JRS_SBY

Hanya Karna Tak bisa

Apakah karena hanya tak bisa menyebabkan nyali jadi kecil. Apa karena bisa seolah-olah kita yang terhebat, Renungkan dan jawablah bawha anda tidak bisa agar anda berlatih anda harus selalu bisa agar anda mengerti

Perang Emosional

Ketika engkau di hadapan musuh

Rentan akan kepercayaan

Terombang ambing kau di hajarnya

Menangis dalam kenangan

Hanya engkau dan para korban yang merasakannya

Darah hitam mengalir deras

Saling terbang nafas terakhir

Untukmu Perang Emosiku

Dalam Kenanganmu yang tak terbayang

Semampuku membayangkan sosok ini yang menyulitkan

Sayap sayapmu yang terikat

Sayapmu yang hilang untuk terbang

Semu dalam ingatan 

Perang emosional ini Tak terakhiri

Pembelaan ini hanya sebuah emosi

Ku ingin pergi menjemputmu

Hidup dalam kenyataan

-Rizal+